Bagaimana cara kerja bakteri pengurai dalam mengolah air limbah?

Buat teman-teman yang masih awam. Bakteri pengurai air limbah bekerja dengan cara mendegradasikan zat organik dan anorganik yang terdapat dalam air limbah melalui proses biodegradasi. Berikut adalah mekanisme utama cara kerja bakteri pengurai dalam mengolah air limbah.
1. Menguraikan Zat Organik dan Anorganik
Bakteri mengonsumsi polutan seperti COD, BOD, ammonia, dan fosfat sebagai sumber energi dan nutrisi. Proses ini mengubah senyawa kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dan tidak berbahaya.
2. Proses Aerobik dan Anaerobik
Bakteri aerobik bekerja dengan menggunakan oksigen untuk mengurai limbah organik menjadi karbon dioksida (CO₂), air (H₂O), dan biomassa baru.
Bakteri anaerobik bekerja tanpa oksigen, menguraikan zat organik menjadi gas metana (CH₄), karbon dioksida, dan lumpur stabil.
3. Menurunkan COD, BOD, dan Ammonia
- COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biochemical Oxygen Demand) berkurang karena bakteri mengonsumsi senyawa organik sebagai makanan.
- Ammonia (NH₃) dikonversi menjadi nitrit (NO₂⁻) dan nitrat (NO₃⁻) melalui proses nitrifikasi, yang kemudian dapat diubah menjadi gas nitrogen (N₂) yang aman bagi lingkungan.
4. Menghilangkan Bau Tak Sedap
Bakteri dapat menguraikan senyawa sulfur, nitrogen, dan senyawa organik lainnya yang menyebabkan bau busuk, seperti hidrogen sulfida (H₂S) dan amonia (NH₃), sehingga bau dapat berkurang dengan cepat.
5. Menjernihkan Air Limbah
Bakteri membantu mengikat partikel tersuspensi dan mengendapkannya dalam lumpur aktif, sehingga air menjadi lebih jernih.
6. Menjaga pH dan Stabilitas Lingkungan
Bakteri bekerja dengan menyeimbangkan proses biokimia di dalam air limbah, sehingga pH tetap stabil dan tidak terlalu asam atau basa, yang penting bagi efektivitas pengolahan limbah.
Dengan menggunakan bakteri pengurai seperti BIKATIRIA, proses pengolahan limbah menjadi lebih cepat, efektif, dan ramah lingkungan tanpa memerlukan bahan kimia berbahaya.
